Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Delicious button

Hari Perdamaian Dunia Upaya Menarik Wisman

Rabu, 18 November 2009 21:28 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 1051 kali
Ambon (ANTARA News) – Perayaan Hari Perdamaian Dunia yang dipusatkan di Kota Ambon, ibu kota provinsi Maluku, 25 November mendatang, menjadi salah satu ajang untuk menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk berkunjung ke provinsi ini.

“Gaung perayaan Hari perdamaian Dunia yang puncaknya yakni pemukulan Gong Perdamaian oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke Maluku,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maluku, Florance Sahusilawane, di Ambon, Rabu.

Dia mengakui, telah mempersiapkan sejumlah objek wisata yang ada di Kota dan Pulau Ambon yang menjadi lokasi perayaan Hari Perdamaian Dunia yang dihadiri para duta besar negara sahabat, menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) kedua serta para veteran dan tokoh perdamaian itu.

Ia mengatakan, Dinas pariwisata Kota Ambon telah diminta menyiapkan berbagai hal termasuk sosialisasi sadar wisata kepada masyarakat di ibu kota provinsi Maluku itu.

“Unsur sadar wisata yang paling utama yakni keamanan, kebersihan dan ketertiban agar wisatawan merasa nyaman,” katanya.

Disamping objek pariwisata, kata Sahusilawane, sejumlah event budaya juga digelar untuk menyambut Hari Perdamaian Dunia dan menarik perhatian wisatawan diantaranya karnaval budaya etnis nusantara yang ada di Maluku pada 23 November dan pesta Teluk Ambon yang sudah digelar Sabtu (14/11) lalu.

Karnaval budaya etnis nusantara akan digelar bertepatan dengan kirab Gong Perdamaian dari bandara Internasional Pattimura hingga tiba di monumen Perdamaian di taman kota.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Maluku kaya dengan aneka ragam budaya, sedangkan pesta teluk dimaksudkan untuk menunjukkan pada masyarakat luar bahwa pengembangan wisata bahari di Maluku tidak kalah bagusnya dengan potensi yang ada di daerah-daerah lain,” katanya.

Sahusilawane menambahkan, berbagai promosi dan upaya yang dilakukan Disbudpar untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan, akan menjadi sia-sia jika tidak didukung aksebilitas terutama perhubungan dan transportasi serta daya listrik yang memadai.

Dipilihnya Maluku khususnya Kota Ambon menjadi kota situs perdamaian dunia ke-34 menunjukan bahwa masyarakat luar semakin percaya akan kondisi keamanan di Maluku semakin kondusif dan aman serta menjamin untuk dikunjungi.

“Ini peluang Maluku untuk menarik kunjungan wisatawan ke Maluku. Diharapkan saat penyelenggaraan even Sail banda 2010 semua pihak telah siap menerima kunjungan wisatawan yang dipredikasikan akan melonjak,” katanya. (*)

Posted by admin on Nov 18th, 2009 and filed under Ambon, Ambon Manise, Bahasa Ambon, Informasi, Maluku, Pariwisata Ambon. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

Leave a Reply

Powered by WP Hashcash


Ambon Visitor

RSS Links to Ambon-Manise.Com

  • ambon zaman doeloe November 2, 2007
    circa 1800 - 01 jan 1800: a street in ambon (or amboina), one of the moluccas islands of eastern indonesia. original artwork: engraving by p lauters after cwm van de velde. photo by hulton archive. a street in ambon (or amboina), 1800 ... […]
    Parker Casio Patty
  • Komentar July 29, 2007
    nyong_gogos on July 19 2007 06:41:24 --------------- kas tinggal dong om siake, dong balaga minta maaf macam katong ana-ana nai badang ni, opa-opa yang su bajalang deng tongka, usi-usi deng kaka-kaka yang ada banting tulang setengah ... […]
    aboroe
  • MEREKA "DIPELIHARA" DENGAN STIGMA MIRING July 28, 2007
    Artikel & 2 berita tambahan ini diambil dari teman-teman wartawan Info Baru yang baru saja mengunjungi Negeri Aboru untuk meliput suasana masyarakat setelah peristiwa Harganas. Artikel & berita ini diharapkan mewakili perspektif ... […]
    aboroe

Forum Update