Metrotvnews.com, Ambon: Ratusan calon penumpang Pelabuhan Slamet Riyadi mengamuk di kantor Administrator Pelabuhan Ambon, Maluku, Rabu (20/1). Mereka memaksa pihak adpel mengizinkan kapal penumpang tujuan Pulau Buru, Maluku, untuk berlayar.
Dengan berjalan kaki, mereka menyerbu kantor Adpel. Mereka memaksa masuk ke dalamnya. Namun aksi massa sempat dihalangi aparat Kepolisian Resor Pelaksana Pengamanan Pelabuhan. Aksi saling dorong pun tak terelakkan.
Adapun aksi protes calon penumpang ini karena merasa jenuh bertahan di pelabuhan. Mereka mengaku sudah beberapa hari belakangan terkatung-katung di pelabuhan. Alasannya kapal tidak diberi izin untuk berlayar.
Menanggapi hal ini, Kepala Adpel Ambon, Benny Tangkuman mengaku tetap melarang kapal penumpang untuk melakukan pelayaran ke Pulau Buru. Menurut Benny, cuaca buruk sepanjang rute pelayaran ke Pulau Buru beresiko tinggi untuk keamanan pelayaran.
Benny menjelaskan di depan para calon penumpang tentang adanya peringatan dini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pattimura. Menurut BMKG, cuaca buruk di perairan Maluku baru reda 24 Januari mendatang.(RAS)