<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ambon Maluku - Ambon-Manise.Com &#187; Ambon Manise</title>
	<atom:link href="http://ambon-manise.com/category/ambon-manise/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ambon-manise.com</link>
	<description>Bakudapa, Bakumpul, Bacarita, Dari Katong Par Katong Samua!</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 06:51:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Artis Asal Maluku Ajak Warga Ambon Dukung Igo Di Indonesian Idol 2010</title>
		<link>http://ambon-manise.com/2010/07/24/artis-asal-maluku-ajak-warga-ambon-dukung-igo-di-indonesian-idol-2010/</link>
		<comments>http://ambon-manise.com/2010/07/24/artis-asal-maluku-ajak-warga-ambon-dukung-igo-di-indonesian-idol-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 06:51:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Igo Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Igo for Idol]]></category>
		<category><![CDATA[Igo Indonesian Idol]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian Idol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ambon-manise.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[


Rabu, 02 Juni 2010 08:26


AMBON-HUMAS,  Sejumlah artis nasional asal Maluku yang sedang berkunjung di Ambon  mengimbau warga di kota Ambon maupun warga Maluku pada umunya, mendukung  Igo Pentury sebagai wakil Maluku di ajang pencarian bakat paling  populer, Indonesian Idol 2010 yang saat ini ditayangkan RCTI.
“Semua  orang Ambon dan Maluku harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table>
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Rabu, 02 Juni 2010 08:26</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>AMBON-HUMAS</strong>,  Sejumlah artis nasional asal Maluku yang sedang berkunjung di Ambon  mengimbau warga di kota Ambon maupun warga Maluku pada umunya, mendukung  Igo Pentury sebagai wakil Maluku di ajang pencarian bakat paling  populer, Indonesian Idol 2010 yang saat ini ditayangkan RCTI.</p>
<p><img src="http://www.ambon.go.id/images/stories/berita/idol.jpg" border="0" alt="" width="200" />“Semua  orang Ambon dan Maluku harus mendukung Igo agar bisa meraih juara  pertama Indonesian Idol tahun ini,” kata Karen “Idol” Pooroe, di Ambon,  Minggu lalu.<span id="more-225"></span></p>
<p>Saat tampil sebagai <em>guest star</em> di salah satu Festival Band yang berlangsung di Ambon Plaza (Amplaz),  penyanyi berdarah Maluku itu, menggunakan kesempatan tersebut untuk  mengajak para penonton mengirimkan SMS (short Message Service)  sebanyak-banyaknya untuk mendukung Igo.</p>
<p>Menurut  Karen, orang Ambon dan Maluku pada umumnya memiliki talenta besar di  bidang seni dan budaya, terutama dunia tarik suara, karena dari daerah  ini banyak lahir penyanyi yang mampu mengukir prestasi nasional maupun  internasional semacam Broery Pesolima, Enteng Tanamal, Bob Tutupoli,  hingga Glenn Fredly.</p>
<p>Senada  dengan itu, artis asal Ambon lainnya seperti Yopie Latul, Ade “AFI”  Pattihahuan dan Vicky Anakotta, juga meminta dukungan warga Ambon agar  Igo bertahan dan lolos menjadi yang terbaik di Indonesian Idol.</p>
<p>“Inilah  waktunya bagi orang Ambon tampil menjadi yang terbaik di Indonesian  Idol. Igo layak menjadi yang terbaik di ajang ini,” ujar Ade “AFI”  Pattihahuan.</p>
<p>Sementara  Jopie Latul mengakui, Ambon dan Maluku sangat identik dengan dunia  tarik suara. “Orang Ambon dan Maluku selalu diidentikkan dengan pintar  bernyanyi dan memiliki suara merdu dan hal itu memang terbukti,”  katanya.</p>
<p>Menurut  Jopie Latul yang terkenal dengan lagu “Poco-Poco” itu, Igo Pentury  layak mendapat dukungan semua lapisan masyarakat di Ambon dan Maluku  untuk menjadi Indonesian Idol tahun ini, karena ia memiliki karakter dan  suara yang merdu serta ditunjang penampilan yang prima.</p>
<p>Keinginan  para artis asal Maluku ini, sejalan dengan harapan Walikota Ambon, Drs.  M. J Papilaja, MS yang terus disampaikan kepada warga kota, serta  partisipasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kota  (Pemkot) Ambon yang diwujudkan dengan mengumpulkan dana secara sukarela  untuk membeli voucher guna mengirim SMS dukungan sebanyak-banyaknya  kepada Igo.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ambon-manise.com/2010/07/24/artis-asal-maluku-ajak-warga-ambon-dukung-igo-di-indonesian-idol-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menengok Fanatisme Pendukung Belanda di Ambon</title>
		<link>http://ambon-manise.com/2010/07/08/menengok-fanatisme-pendukung-belanda-di-ambon/</link>
		<comments>http://ambon-manise.com/2010/07/08/menengok-fanatisme-pendukung-belanda-di-ambon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 06:46:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Menengok Fanatisme Pendukung Belanda di Ambon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ambon-manise.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[M Hanafi Holle &#8211; Piala Dunia

Ambon &#8211;     Ikatan emosional orang Ambon dan Belanda memang sulit dilepas  pisahkan termasuk di Piala Dunia 2010. Apalagi, dari 23 pemain &#8220;Singa  Oranye&#8221;, lima di antaranya berdarah Maluku.
Saat Belanda  menaklukan Uruguay 3-2 dan lolos ke final, ribuan suporter Belanda di  kota Ambon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong>M Hanafi Holle</strong> &#8211; Piala Dunia</div>
<div><img class="alignleft" style="margin: 0px;border: 0pt none" src="http://pialadunia.detiksport.com/images/content/2010/07/07/805/belanda.jpg" border="0" alt="Gambar" hspace="0" vspace="0" width="285" height="200" /></div>
<p><strong>Ambon</strong> &#8211;     Ikatan emosional orang Ambon dan Belanda memang sulit dilepas  pisahkan termasuk di Piala Dunia 2010. Apalagi, dari 23 pemain &#8220;Singa  Oranye&#8221;, lima di antaranya berdarah Maluku.</p>
<p>Saat Belanda  menaklukan Uruguay 3-2 dan lolos ke final, ribuan suporter Belanda di  kota Ambon tumpah ruah di ruas-ruas jalan. Aksi ngebut sejumlah  kendaraan bermotor dan mobil menghiasi kota bertajuk manise ini.</p>
<p>&#8220;Kami  yakin, Belanda akan jadi kampiun. Belanda akan ketemu Jerman di Final.  Jerman boleh bangga menaklukkan calon juara Argentina dan Inggris. Tapi  ini Belanda, Bung, bukan Argentina atau Inggris. Kami sangat yakin,  Belanda akan juara,&#8221; tegas Rodman Sapulette, yang diamini  rekan-rekannya, saat ditemui <strong>detikcom</strong> di salah satu  mangkal anak muda di kompleks Belakang Soya, Kecamatan Sirimau.</p>
<p>Di  desa Tulehu, konvoi kemenangan pendukung Belanda sangat meriah. &#8220;Mereka  pantas menang, karena semangat, gaya main dan strategi yang  diterapkan,&#8221; ujar Acil Lestaluhu, salah satu pelatih klub lokal di Ambon  di Tulehu.</p>
<p>Tahun ini, kata Acil, dinilai penampilan terbaik tim  kesayangannya. &#8220;Saya berharap, orang Ambon yang akan angkat Piala Dunia  2010. Ada Giovanni van Bronckhorst, Nigel de Jong, John Heitinga,  Gregory van der Wiel, Demi de Zeeuw, dan Ibrahim Afellay,&#8221; papar Acil.</p>
<p>Pantauan  <strong>detikcom</strong>, Rabu (7/7/2010), aksi borong bendera,  gelang, ikat kepala, dan kostum de Oranye marak terjadi. &#8220;Kaos Belanda  sudah habis sejak dua jam lalu, yang ada hanya jaket,&#8221; ungkap Hilda  Halim (20) penjaga toko pakaian di areal Ambon Plaza, Jl Sam Ratulangi.<span id="more-221"></span></p>
<p>Hal  yang sama juga terlihat di toko Hidayah. &#8220;Iya, Pak, kostum Belanda  habis. Padahal persediaan kami banyak. Orang Ambon memang fans berat tim  Belanda,&#8221; ujar Hi. Saleh (62), pemilik toko.</p>
<p>Nuansa ini sama  persis dengan sejumlah kios dan toko di pusat perbelanjaan Ambon Plaza  ini. Tak satu pun kostum Belanda yang digantung atau terpajang. &#8220;Habis,  Bos. Tinggal jaket dan gelang. Itu juga hampir habis,&#8221; kata Dahniar (39)  pemilik toko sport di areal Amplas.</p>
<p>Di lain sisi, nyaris hampir  semua angkot jurusan Kudamati, Benteng atas, Batu Gajah, Batu Meja,  Karang Panjang, dan sejumlah rute lainnya, berbendera Belanda. Begitupun  ratusan bendera tim <em>The Flying Dutchman</em> ini berkibar di  sejumlah lokasi di kota Ambon. Dari yang ukuran kecil hingga paling  besar berukuran 7-10 meter.</p>
<p>Selain bendera, sejumlah tempat  mangkal anak muda dan dinding tembok juga dicat bendera Belanda.  Beberapa motor dan mobil juga dicat bendera Belanda.</p>
<p>Seberadaan  banyak pemain top Belanda yang berdarah Maluku membuat ribuan warga kota  Ambon mendukung habis-habisan tim merah-putih-biru itu.</p>
<p>Tak  lupa, ikatan emosional orang Ambon dengan Negeri Kincir Angin memang  lekat. Ada ribuan orang Maluku atau warga Ambon yang tinggal dan telah  menjadi warga negara Belanda. Ikatan ini semakin kuat setelah pemerintah  kota Ambon kerap menjalin kerja sama dengan pemerintah Kerajaan Belanda  dari berbagai bidang pembangunan.<br />
<strong><br />
Nyaris Bentrok</strong></p>
<p>Fanatisme  tim sepakbola yang bertarung di Piala Dunia 2010 bukan hanya milik  peserta laga bergengsi itu. Kecintaan berlebihan terhadap tim kesayangan  juga di tunjukkan warga kota Ambon, sampai-sampai nyaris bentrok.</p>
<p>Saat�  Brasil dihentikan Oranye di perdelapan final, misalnya, Sesama warga  Desa Batu Merah di Kecamatan Sirimau, kota Ambon, saling hadang dan baku  lempar.</p>
<p>Saat pawai kemenangan, fans Belanda dihadang fans  Brasil di ruas jalan Batu Merah. Saling ejek dan caci maki terjadi.  Beruntung tim Bimob Polda Maluku sigap dan melerai kedua pendukung.</p>
<p>Kapolres  Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP. Didik Widjanarko, mengatakan,  pihaknya sejauh ini sudah melakukan antisipasi terhadap ekses dari  pertandingan timnas Belanda melawan tim lainnya termasuk tim Uruguay  dinihari tadi. Seluruh petugas seperti, Samapta, intel, Buser, Satlantas  hingga Brimob di terjunkan ke sejumlah titik-titik di Kota Ambon yang  dianggap rawan.</p>
<p>&#8220;Kami akan selalu memantau konvoi masyarakat di  jalan-jalan sebagai bentuk luapan kegembiraannya atas kemenangan tim  favoritnya,&#8221; tandas Kapolres melalui pesan elektronik kepada <strong>detikcom.</strong></p>
<p>(<strong>han/a2s</strong>)</p>
<p><a href="http://pialadunia.detiksport.com/read/2010/07/07/181704/1395064/805/menengok-fanatisme-pendukung-belanda-di-ambon?b99110170">http://pialadunia.detiksport.com/read/2010/07/07/181704/1395064/805/menengok-fanatisme-pendukung-belanda-di-ambon?b99110170</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ambon-manise.com/2010/07/08/menengok-fanatisme-pendukung-belanda-di-ambon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teroris Ajak Alumni Poso Gabung Kirim Pesan via Internet, Lawan Densus 88</title>
		<link>http://ambon-manise.com/2010/05/17/teroris-ajak-alumni-poso-gabung-kirim-pesan-via-internet-lawan-densus-88/</link>
		<comments>http://ambon-manise.com/2010/05/17/teroris-ajak-alumni-poso-gabung-kirim-pesan-via-internet-lawan-densus-88/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 06:09:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[alumni poso]]></category>
		<category><![CDATA[densus 88]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>
		<category><![CDATA[Teroris Ajak Alumni Poso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ambon-manise.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Teroris Ajak Alumni Poso Gabung
Kirim Pesan via Internet, Lawan Densus 88

JAKARTA &#8212; Teroris paling diburu Densus 88  Mabes Polri saat ini, Abdullah Sonata, menyatakan tak mau menyerah.  Sonata justru meminta dukungan dari para eks narapidana teroris yang  sudah bebas. Selain itu, pria yang diduga polisi menggantikan peran  Dulmatin itu mengajak seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="judulberita">Teroris Ajak Alumni Poso Gabung</div>
<div id="subjudulberita">Kirim Pesan via Internet, Lawan Densus 88</div>
<div><img class="alignleft" src="http://www.fajar.co.id/photohead/1273967616teroris3.jpg" alt="" width="278" height="244" /></div>
<p>JAKARTA &#8212; Teroris paling diburu Densus 88  Mabes Polri saat ini, Abdullah Sonata, menyatakan tak mau menyerah.  Sonata justru meminta dukungan dari para eks narapidana teroris yang  sudah bebas. Selain itu, pria yang diduga polisi menggantikan peran  Dulmatin itu mengajak seluruh alumni Afghanistan, Moro-Mindanao  (Filipina), dan konflik Poso untuk bergabung.</p>
<p>&#8220;Ana (aku) bukanlah orang yang alim dan terbaik dari antum (kalian)  semua. Tetapi, risalah ini ana buat dalam pelarian DPO sebagai bentuk  tanashuh (nasihat) dan tadzkirah (pengingat) bagi kita semua,&#8221; ujar  Sonata melalui naskah yang di-posting di beberapa situs &#8220;projihad&#8221;.  Situs-situs itu, antara lain, beralamat di  http://azzamalqitall.wordpress .com dan situs <span id="more-216"></span>7ihadmedia.wordpress.com.</p>
<p>Posting itu tertanggal 3 Mei 2010. Namun, di akhir suratnya, Sonata  yang menggunakan nama alias Abu Ikrimah Al Bassam Al Mathlubi itu  mencantumkan tanggal 29 April 2010. Hingga malam tadi pukul 20.00, situs  itu masih bisa diakses.</p>
<p>Nama Abdullah Sonata disebut langsung  oleh Kapolri Jenderal Bambang  Hendarso Danuri dalam jumpa pers, Jumat lalu 14 Mei. Menurut Kapolri,  Sonata adalah figur yang berbahaya karena militan dan pintar merekrut  anggota baru. Polisi juga menduga, setelah Dulmatin tewas, Sonata  menggantikan dia sebagai amir, pemimpin.</p>
<p>Sonata adalah teroris residivis. Dia lahir di Bambu Apus, Jakarta  Timur, 4 Oktober 1978. Dia disegani setelah menjadi komandan Laskar  Mujahidin Kompak (Komite Penanggulangan Krisis) di Ambon pada konflik  bernuansa SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) pada 1999. Saat itu  laskarnya beranggota sekitar 500 orang.</p>
<p>Polisi juga menuduh dia menyabot gudang senjata Brimob Polri di  Tantui, Ambon, pada 2000. Di Poso, Sulawesi Tengah, dia memimpin  kelompok Kompak Kayamanya.</p>
<p>Pada 2002, setelah bom Bali I, Sonata bertemu dengan Dulmatin dan  Umar Patek di Jakarta. Sonata dan Maulana (tewas di Cawang, red)  membantu membuka kamp pelatihan di Mindanao, Filipina, sekaligus memasok  dana dari Timur Tengah.</p>
<p>Pada April 2004, Sonata membangun kamp pelatihan Olas, Seram Barat,  untuk konflik di Ambon. Dia tertangkap 6 Juli 2005 dan disidang Mei  2006.</p>
<p>Dalam naskahnya yang dipenuhi ilustrasi ayat Alquran, Sonata meminta  para alumni daerah konflik bersatu dan bergabung bersamanya melawan  Densus 88. &#8220;Ya akhi (Hai saudaraku), jangan antum merasa cukup karena  pernah berjihad di Afghanistan, Moro, Ambon, Poso, dan tempat lainnya.</p>
<p>Jangan antum merasa cukup karena sudah bergelar alumni, kemudian  sekarang antum diam dan mundur ke belakang,&#8221; tulisnya.</p>
<p>Sonata juga mengatakan, selama dipenjara dirinya tetap berkoordinasi  dengan rekan-rekannya sesama napi teroris. &#8220;Di Cipinang dulu, dalam  kajian via HP, Ustaz Mukhlash (terpidana mati bom Bali, sudah  dieksekusi, red) pernah menasihati kita agar istiqamah,&#8221; kata Sonata.</p>
<p>Dia mengkritik para mantan narapidana terorisme yang setelah keluar  dari penjara justru membantu polisi. &#8220;Mereka telah menjadi ansharu  thaghut (penolong setan). Bahkan, ada di antaranya yang sadar atau tidak  sadar telah menjadi Bani Abas, anak buah Nasir Abas,&#8221; tulis Sonata.</p>
<p>Nasir Abas adalah mantan ketua mantiqi JI (Jamaah Islamiyah) yang  sekarang bersama Densus 88 aktif memerangi terorisme.</p>
<p>Sonata berharap, teman-temannya yang belum bergabung dalam kelompok  teror segera terlibat. Dia mencoba merayu dengan membangkitkan masa lalu  mereka. &#8220;Masih ingatkah antum ketika kita amaliyah bersama di front  jihad Ambon, di Poso, dan tempat lainnya? Masih ingatkah antum ketika  kita terombang-ambing di lautan dan kelelahan melintasi pegunungan dalam  rangka menyongsong kematian?&#8221; tulis Sonata.</p>
<p>Tampaknya, teroris berusia 32 tahun itu juga tak ingin tertangkap  hidup-hidup. &#8220;Tidak mungkin kita bisa meraih keutamaan ini tanpa amal  jihad fii sabiilillah, tidak mungkin kita meraih kemenangan tanpa  terbunuh di jalan Allah, tidak mungkin Allah memberikan rezeki sebagai  syahid kalau kita cuma duduk-duduk saja,&#8221; tulisnya.</p>
<p>Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menegaskan,  perburuan terhadap Sonata masih berlanjut. &#8220;Semua nama DPO, termasuk  Sonata, kita harap bisa segera tertangkap oleh tim yang tak kenal lelah  di lapangan,&#8221; katanya.</p>
<p>Mantan juru bicara kasus bom Bali 1 itu meminta bantuan masyarakat  jika memperoleh informasi tentang para buron polisi, termasuk Abdullah  Sonata, untuk menginformasikan kepada aparat. &#8220;Kerja memberantas  terorisme tak bisa ditanggung sendiri oleh polisi, harus ada bantuan  dari warga,&#8221; katanya.</p>
<p>Edward meminta ketua RT dan RW meningkatkan kewaspadaan jika ada  laporan dari warga tentang aktivitas yang mencurigakan. &#8220;Bisa melalui  polisi sektor atau aparat setempat di sekitar tempat tinggal,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Secara terpisah, pengamat terorisme Rakyan Adibrata SH menilai,  surat Sonata di website sengaja dibiarkan oleh Densus 88 Mabes Polri.  &#8220;Tujuannya agar bisa dilacak siapa saja simpatisan mereka, misalnya yang  posting atau yang mengakses,&#8221; kata dia.</p>
<p>Peneliti dari Research Center for Terrorism and Security itu  menjelaskan, internet protocol (IP) address bisa digunakan sebagai dasar  Unit Cybercrime Densus 88 untuk melacak jejak Sonata. &#8220;Tapi, jangan  disamaratakan seolah-olah semua yang mengakses website itu teroris,&#8221;  tuturnya.</p>
<p>Alumnus Fakultas Hukum UII itu yakin, kemampuan Korps Burung Hantu  (Densus 88) sangat memadai dalam melacak situs di dunia maya. &#8220;Mereka  dilatih langsung oleh agen NSA (National Security Agency, red) dalam  kursus-kursus yang rutin dilakukan,&#8221; kata Rakyan.</p>
<p>Sebenarnya di mana posisi Sonata sekarang? Sumber Fajar di  lingkungan antiteror menyebutkan, posisi Sonata sudah terdeteksi. &#8220;Dia  susah lari jauh karena semua simpatisannya sekarang tiarap,&#8221; kata dia.<br />
Peran Sonata dalam jaringan teror baru yang menggelar tadrib asykari  (latihan militer) di Aceh sangat signifikan. &#8220;Dia menggantikan peran  Dulmatin yang tertembak di Pamulang,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sebuah regu khusus Densus 88 Mabes Polri sekarang membawa dua  tersangka yang ditangkap sebelumnya untuk mengendus lokasi persembunyian  Abdullah Sonata.</p>
<p>Siapa yang dikeler? &#8220;Wah, itu tidak bisa dibuka di koran,&#8221; elaknya.  Sementara itu, hingga tadi malam, kelima jenazah teroris yang tertembak  di Cikampek berada di gedung Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri  Kramatjati, Jakarta Timur.</p>
<p>Menurut Kepala Forensik RS Polri AKBP Triroso, hingga kemarin,  pihaknya belum mendapat instruksi dari Tim Densus 88 untuk  memperbolehkan mengeluarkan kelima jenazah itu. &#8220;Kami hanya dititipi.  Yang berwenang mereka (Densus 88, red),&#8221; katanya saat dihubungi Fajar.</p>
<p>Lebih lanjut, pria berkacamata itu mengatakan, proses identifikasi  terhadap lima jenazah tersebut sudah pada tahap ante mortem. Yakni,  mencocokkan ciri-ciri tubuh setelah mati dengan data-data sebelum mati.  Karena itu, masih ada tim di lapangan yang menggali data-data dari pihak  keluarga.</p>
<p>Bagaimana keluarga Saptono yang datang Jumat lalu (14/5) dan  menyatakan bahwa berdasar ciri-ciri fisik, salah satu jenazah adalah  Saptono. &#8220;Itu kan masih data sekunder. Yang kami perlukan sekarang data  primer,&#8221; jelasnya. (jpnn)</p>
<p><a href="http://metronews.fajar.co.id/read/92533/10/teroris-ajak-alumni-poso-gabung">http://metronews.fajar.co.id/read/92533/10/teroris-ajak-alumni-poso-gabung</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ambon-manise.com/2010/05/17/teroris-ajak-alumni-poso-gabung-kirim-pesan-via-internet-lawan-densus-88/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warga Maluku di Kupang Gelar Upacara Patita</title>
		<link>http://ambon-manise.com/2010/05/17/warga-maluku-di-kupang-gelar-upacara-patita/</link>
		<comments>http://ambon-manise.com/2010/05/17/warga-maluku-di-kupang-gelar-upacara-patita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 06:08:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[upacara patita]]></category>
		<category><![CDATA[warga ambon kupang]]></category>
		<category><![CDATA[warga maluku kupang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ambon-manise.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Minggu,  16 Mei 2010 05:52 WIB
Penulis : Palce Amalo



Upacara  Patita&#8212;MI/Palce Amalo/ip

KUPANG&#8211;MI: Ribuan warga asal Maluku  yang bermukim di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar upacara  patita untuk mempererat persaudaraan di Pantai Wisata Nunusui, Kupang,  Sabtu (15/5).
Upacara itu adalah kedua kalinya setelah upacara pertama tahun  lalu pasca konflik Ambon yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Minggu,  16 Mei 2010 05:52 WIB</p>
<div>Penulis : Palce Amalo</div>
</div>
<div>
</div>
<div><img class="alignright" src="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20100516_121049_patita2.jpg" alt="Warga Maluku di Kupang Gelar Upacara Patita" width="330" height="260" />Upacara  Patita&#8212;MI/Palce Amalo/ip</p>
</div>
<p>KUPANG&#8211;MI: Ribuan warga asal Maluku  yang bermukim di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar upacara  patita untuk mempererat persaudaraan di Pantai Wisata Nunusui, Kupang,  Sabtu (15/5).</p>
<p>Upacara itu adalah kedua kalinya setelah upacara pertama tahun  lalu pasca konflik Ambon yang memicu eksodus ribuan warga Ambon ke  Kupang. Mereka membawa kain putih sepanjang 10 meter kemudian  dibentangkan berbentuk lingkaran. Satu per satu warga Ambon memegang  kain, sedangkan warga lainnya masuk ke dalam lingkaran diiringi lagu  Pela Gandong. <span id="more-214"></span></p>
<p>Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya dan istri yang  diundang pada ucapara itu diminta mengenakan pinta berwarna merah di  kepala seperti warga Ambon lainnya. Gubernur berdiri di bagian depan  sambil memegang ujung kain berjalan mengelilingi lapangan lokasi  upacara, diikuti tokoh-tokoh adat asal Ambon.</p>
<p>Ketua Ikatan Warga asal Maluku di Kupagn Johanis Kosapilawan  mengatakan, upacara itu diikuti seluruh warga Ambon tanpa membedakan  keyakinan, antara lain dari kalangan Kristen dan Muslim berbuar jadi  satu. Mereka bergembira sambil menyanyikan lagu mengiringi gubernur  bersama warga lainnya yang membawa kain.</p>
<p>Ketika rombongan pembawa kain berhenti di tengah lapangan,  diakhiri dengan doa bersama sebelum dilanjutkan dengan makan patita  bersama. Puluhan tempat piring yang telah diisi bahan makanan lokal  seperti pisang, umbi, nasi kuning, ikan bakar, daging sapi disantap  beramai-ramai. Mereka juga menyalakan obor yang di tepi pantai sebagai  simbol saling mengingatkan untuk menjada persaudaraan antarawarga Maluku  maupun dengan warga Kupang. &#8220;Kami juga siap mendukung program  pemerintah daerah yaitu makan pangan lokal setiap hari Kamis,&#8221; kata  Yohanis.</p>
<p>Gubernur Frans Lebu Raya berharap ikatan persaudaraan warga  Maluku tetap solid, serta mendukung pembangunan di Nusa Tenggara Timur.  &#8220;Pemerintah berharap acara persaudaraan ini digelar setiap tahun untuk  mengingatkan kita menjaga keharmonisan di masyarakat maupun di rumah,&#8221;  katanya. (PO/OL-03)</p>
<p><a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/16/143070/129/101/Warga-Maluku-di-Kupang-Gelar-Upacara-Patita">http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/16/143070/129/101/Warga-Maluku-di-Kupang-Gelar-Upacara-Patita</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ambon-manise.com/2010/05/17/warga-maluku-di-kupang-gelar-upacara-patita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewan Pers-Mahkamah Agung akan Bentuk TPF Kasus Ambon</title>
		<link>http://ambon-manise.com/2010/05/17/dewan-pers-mahkamah-agung-akan-bentuk-tpf-kasus-ambon/</link>
		<comments>http://ambon-manise.com/2010/05/17/dewan-pers-mahkamah-agung-akan-bentuk-tpf-kasus-ambon/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 05:52:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[ambon jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[dewan pers]]></category>
		<category><![CDATA[kasus wartawan ambon]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan ambon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ambon-manise.com/2010/05/17/dewan-pers-mahkamah-agung-akan-bentuk-tpf-kasus-ambon/</guid>
		<description><![CDATA[
Sabtu, 15 Mei 2010 &#124; 19:56 WIB

TEMPO Interaktif,  Ambon -Dewan Pers dan  Mahkamah Agung (MA) akan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk  menangani kasus pemukulan wartawan SCTV Juhri Samaneri di Pengadilan  Negeri Ambon.
Demikian dikatakan anggota Dewan Pers Bambang  Harymurti di sela lokakarya bertajuk &#8220;Pers Membangun Demokrasi dan  Perdamaian&#8221;, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>Sabtu, 15 Mei 2010 | 19:56 WIB</div>
<div>
<p><span style="color: #666666"><strong>TEMPO <em>Interaktif</em></strong></span>,  <span style="color: #666666"><strong>Ambon</strong></span> -Dewan Pers dan  Mahkamah Agung (MA) akan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk  menangani kasus pemukulan wartawan SCTV Juhri Samaneri di Pengadilan  Negeri Ambon.</p>
<p>Demikian dikatakan anggota Dewan Pers Bambang  Harymurti di sela lokakarya bertajuk &#8220;Pers Membangun Demokrasi dan  Perdamaian&#8221;, yang diseleggarakan Direktorat Diplomasi Publik Kementerian  Luar Negeri bekerja sama dengan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Sabtu  (15/5).<span id="more-209"></span></p>
<p>Menurut Bambang Harymurti, pembentukan TPF itu disepakati  ketika Dewan Pers bertemu dengan ketua MA di Jakarta, Senin, 10 Mei  lalu.</p>
<p>Samaneri dikeroyok dan diinjak-injak oleh pegawai PN Ambon,  ketika mengkonfirmasi larangan peliputan sidang praperadilan di PN  Ambon, yang dipimpin hakim Tengku Ojong. Persidangan praperadilan atas  penahanan Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat itu terkait kasus dugaan  korupsi sekitar Rp 2,7 miliar, Jumat, 7 Mei lalu.</p>
<p>&#8220;Masa pegawai  pengadilan pukul masyarakat di pengadilan,&#8221; kata Bambang Harymurti.</p>
<p>Setelah menyampaikan materi, Bambang bertemu dengan beberapa perwakilan  wartawan di lobbi Hotel Aston Natsepa. Setelah itu, Bambang menjenguk  Juhri Samaneri, yang masih dirawat di RSU Sumber Kasih Ambon.</p>
<p>Perwakilan wartawan juga menyerahkan satu bundel bukti-bukti  penganiayaan kepada Bambang, selaku wakil Dewan Pers. &#8220;Kami berharap  adanya kebebasan pers di Maluku,&#8221; ujar Lucky Sopacua, salah satu  perwakilan wartawan kepada Direktur Utama PT Tempo Indi Media yang akrab  dipanggil BHM itu.</p>
<p>Selama sekitar 1 jam di rumah sakit, BHM  mendengarkan keluhan-keluhan korban. BHM juga mendoakan agar Samaneri  lekas sembuh. &#8220;Dewan Pers akan <em>all out</em> memberikan advokasi,&#8221;  tutur BHM.</p>
<p><strong>MOCHTAR TOUWE</strong></p>
<p><a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/05/15/brk,20100515-248072,id.html">http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/05/15/brk,20100515-248072,id.html</a></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ambon-manise.com/2010/05/17/dewan-pers-mahkamah-agung-akan-bentuk-tpf-kasus-ambon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Genset Singapura Mulai Pasok Sistem Kelistrikan Ambon</title>
		<link>http://ambon-manise.com/2010/04/16/genset-singapura-mulai-pasok-sistem-kelistrikan-ambon/</link>
		<comments>http://ambon-manise.com/2010/04/16/genset-singapura-mulai-pasok-sistem-kelistrikan-ambon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 01:53:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ambon-manise.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[
Nusantara / Jumat, 12 Maret 2010  21:12 WIB

Metrotvnews.com, Ambon: Genset yang disewa  PT (Persero) PLN Maluku dan Maluku Utara dari perusahaan rental  generator Aggreko, Singapura, mulai menyuplai daya listrik di Kota Ambon  dan sekitarnya. Deputi Manager Bidang Komunikasi dan Hukum PT PLN  (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Agus Lomo, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="news-content">
<div id="news-content-timestamp">Nusantara / Jumat, 12 Maret 2010  21:12 WIB</div>
<div id="news-content-text">
<p><strong>Metrotvnews.com, Ambon: </strong>Genset yang disewa  PT (Persero) PLN Maluku dan Maluku Utara dari perusahaan rental  generator Aggreko, Singapura, mulai menyuplai daya listrik di Kota Ambon  dan sekitarnya. Deputi Manager Bidang Komunikasi dan Hukum PT PLN  (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Agus Lomo, yang dikonfrimasi  di Ambon, Jumat, membenarkan genset itu mulai diuji coba sejak Kamis  (11/3). Kini sudah mampu menyuplai daya sebesar 7,65 MW.<span id="more-205"></span></p>
<p>&#8220;Saat ini baru 10 dari 13 generator sewaan yang dioperasikan dan  terkoneksi dengan sistem Ambon pada Pembangkit Listrik tenaga Diesel  (PLTD) di Desa Poka, kecamatan Teluk Ambon,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengatakan para teknisi asal Inggris, Australia, dan Filipina yang  didatangkan dari Aggreko terus memantau kemampuan 10 unit generator itu,  sehingga dapat bekerja optimal.</p>
<p>Dia mengakui, tambahan daya 7,65 MW dari generator sewaan itu turut  meningkatkan daya mampu saat ini menjadi 25,9 MW dari sebelumnya hanya  18,35 MW. Sementara itu, beban puncak di wilayah itu pada malam hari 37  MW dan 28 MW di siang hari.</p>
<p>&#8220;Dengan tambahan daya dari generator asal Singapura ini, maka defisit  daya listrik hanya tersisa 11,1 MW di malam hari dan di siang hari 2,1  MW,&#8221; kata Agus Lomo.</p>
<p>Dia menegaskan, krisis listrik yang melanda Kota Ambon dan sekitarnya  sejak pertengahan 2009 lalu dikarenakan kemampuan tujuh unit mesin di  PLTD Poka dan lima unit lainnya di PLTD Hative Kecil, Kecamatan Baguala  serta tujuh unit generator sewa dari PT Sewatama, hanya mampu menyuplai  daya 18,35 MW atau 50 persen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Saat ini, pasokan daya untuk sistem listrik Ambon berasal dari PLTD Poka  sebesar 7,7 MW dari kapasitas terpasang sebesar 33,6 MW, PLTD Hative  Kecil 5,95 MW dari daya terpasang 21,472 MW, sedangkan generator sewa  dari PT. Sewatama 4,6 MW (daya terpasang 5,75 MW).</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan tiga unit generator sisanya dari Singapura dapat  dikoneksi dengan sistem Ambon dalam beberapa hari ke depan, sehingga  bisa menambah pasokan daya sebesar 2,35 MW,&#8221; katanya.</p>
<p>Jika 13 mesin generator sewaan itu dioperasikan, maka defisit daya  listrik di siang hari dapat teratasi dan tidak ada lagi pemadaman  bergilir seperti yang terjadi saat ini, sedangkan pemadaman bergilir di  malam hari hanya akan dilakukan dua-tiga hari sekali dengan tenggang  waktu padam dua hingga tiga jam.(Ant/BEY)</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ambon-manise.com/2010/04/16/genset-singapura-mulai-pasok-sistem-kelistrikan-ambon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penertiban PKL di Ambon Diwarnai Keributan</title>
		<link>http://ambon-manise.com/2010/04/16/penertiban-pkl-di-ambon-diwarnai-keributan/</link>
		<comments>http://ambon-manise.com/2010/04/16/penertiban-pkl-di-ambon-diwarnai-keributan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 01:52:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ambon-manise.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[
Metro Sore / Nusantara / Rabu, 14  April 2010 12:16 WIB

Metrotvnews.com, Ambon: Penertiban  pedagang kaki lima di kawasan Jalan Yos Sudarso, Pantai Losari, Ambon,  Maluku, Rabu (14/4) tadi, diwarnai keributan. Para pedagang memprotes  tindakan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang  menghancurkan lapak barang dagangan.
Aparat Satpol PP tidak memberikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="news-content">
<div id="news-content-timestamp">Metro Sore / Nusantara / Rabu, 14  April 2010 12:16 WIB</div>
<div id="news-content-text">
<p><strong>Metrotvnews.com, Ambon:</strong> Penertiban  pedagang kaki lima di kawasan Jalan Yos Sudarso, Pantai Losari, Ambon,  Maluku, Rabu (14/4) tadi, diwarnai keributan. Para pedagang memprotes  tindakan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang  menghancurkan lapak barang dagangan.</p>
<p>Aparat Satpol PP tidak memberikan kesempatan pedagang untuk mengemasi  lapak dagangan. Petugas merebut dan menghancurkan kios-kios milik  pedagang. Tak terima dengan perlakukan kasar itu pedagang berusaha  merebut dan menyelamatkan dagangan mereka. Menurut pedagang, penertiban  tidak diinformasikan sebelumnya.</p>
<p>Menurut petugas Satpol PP, selain memacetkan lalu-lintas kawasan  tersebut merupakan kawasan bebas dari aktivitas pedagang kaki lima.  Makanya, aparat Satpol PP menertibkannya, terutama untuk persiapan acara  Sail Banda yang dilaksakan mulai Juli hingga Agustus mendatang. (DOR)</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ambon-manise.com/2010/04/16/penertiban-pkl-di-ambon-diwarnai-keributan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maluku`s coral reefs guranteed to fascinate tourists</title>
		<link>http://ambon-manise.com/2010/03/23/malukus-coral-reefs-guranteed-to-fascinate-tourists/</link>
		<comments>http://ambon-manise.com/2010/03/23/malukus-coral-reefs-guranteed-to-fascinate-tourists/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 02:39:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Article (English Version)]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ambon-manise.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[
Tuesday,  March 23, 2010 07:49 WIB &#124; Features &#124;  &#124; Viewed 93 time(s)
Otniel Tamindael
Jakarta (ANTARA News) &#8211; Tourists visiting  Maluku will have missed something immensely memorable if they have not  seen and marveled at the beauty of the various fish species that live  amid the coral reefs of the province`s [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>Tuesday,  March 23, 2010 07:49 WIB | Features |  | Viewed 93 time(s)</div>
<h2>Otniel Tamindael</h2>
<div>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Tourists visiting  Maluku will have missed something immensely memorable if they have not  seen and marveled at the beauty of the various fish species that live  amid the coral reefs of the province`s seas.</p>
<p>The colorful fishes` habitat consists among other things of black coral  , sponges, plate coral, coral flowers in the form of bowls that will  truly hypnotize whoever sees them.</p>
<p>Maluku islands are home to more than 60 percent of the world`s coral  species, which is why most of the province`s waters are included in the  Coral Triangle Initiative, aimed at protecting coral reefs from damage  caused by global warming.</p>
<p>Maritime Affairs and Fisheries Ministry research official Gellwynn  Jusuf said Maluku`s submarine biota were unique because unlike in any  other Indonesian province, more than 90 percent of its waters are  included in the Coral Triangle which is known for its high biodiversity  with a really huge potential.</p>
<p>He said , if managed optimally and effectively, the marine areas in  Maluku could bring high economic returns because, blessed with vast  areas of coral reefs, the province is rich in fish and other sea biota  including decorative fish species.</p>
<p>Researchers have discovered that Maluku waters hold more than 738  species of sea fish.</p>
<p>Several fish species such as Pelagis (sea surface fish) and Domorsal  (deep sea fish) had made Maluku waters a fascinating under-water park.</p>
<p>Among the hundreds of fish species, are the ghost, Pipefish, Anemone  fish, Trumpet fish, Scorpion fish, Juvenile damsel fish, Lizard fish,  Black spotted puffer, Porcupine fish, and Juvenile catfish.</p>
<p>The presence of these fish species plus the extraordinary beauty of the  coral reefs guarantee an unforgettable experience to any visitor to  Maluku`s submarine parks.</p>
<p>Therefore, at the Coral Triangle Initiative Summit in May 2009 in  Maluku, the Maritime and Fisheries Department emphasized the need for  national activities to save the coral reefs in the country, especially  those in Maluku.</p>
<p>The department brought up the matter because an environmental official  once said that a number of coral reef zones in Maluku had been damaged  due to uncontrollable use of fish bombs and toxic substances like  potassium cyanide by local fishermen.</p>
<p>Efforts to save the coral reefs in Maluku waters should also involve  local traditional fishermen because when they are given opportunities  and enlightenment, they are capable of doing a lot because for them, the  sea is their source of living.</p>
<p>Therefore, Alex Litaay, a legislator of Maluku origin has warned the  local fisherman against destroying coral reefs in the province,  especially in Cenral Maluku district.</p>
<p>&#8220;Do not destroy the coral reefs in Central Maluku waters because it  will cause environmental damage and global warming,&#8221; Alex Litaay said in  the provincial city of Ambon recently.</p>
<p>Litaay said he would familiarize the need of coral reefs preservation  to the people in Cenral Maluku because the damage of marine biological  resources would contribute global warming.</p>
<p>&#8220;The fishermen in Maluku should stop using fish bombs and toxic  substances like potassium cyanide because if they continue to do so,  they will at the same time destroy the coral reefs and marine biological  resources,&#8221; the legislator of Maluku origin said.</p>
<p>Litaay admitted that World War-II bomb remainders were still found in  the islands of Haruku, Nusalaut, and Saparua, and thus the local  fishermen make use of them as fish bomb raw materials.</p>
<p>&#8220;The sea is the future of Maluku and therefore the coral reefs should  be preserved for the local people`s welfare as well as tourist  attraction,&#8221; Litaay said.</p>
<p>According to him, the coral reefs in the waters around Haruku, Nusalaut  and Saparua islands were still fascinating with strategic potential for  marine tourism in the future.</p>
<p>But for tourist development in the island of Saparua especially, Litaay  has expressed deep concern that a number of historical sites on the  island had been neglected.</p>
<p>He said in Ambon over the weekend that the deserted historical sites in  Saparua were in need of serious management and restoration to turn them  into valuable tourist attractions.</p>
<p>&#8220;I have a deep concern about the present condition of historical sites  such as Fort Duurstede and the Pattimura diorama in Saparua because they  are in deplorable condition and on the verge of total collapse,&#8221; Litaay  said.</p>
<p>According to him, the diorama of national hero Pattimura in front of  Fort Duurstede was without electricity so that visiting tourists could  not see the collections of paraphernalia that once belonged to Thomas  Matulessy alias Pattimura and other heroes who confronted Dutch colonial  rule on May 15, 1817.</p>
<p>&#8220;I plan to tour Saparua to check the present condition of all historic  sites on the island and then report it to Governor Karel Albert  Ralahalu,&#8221; Litaay said.</p>
<p>The member of House Comission-II said Fort Duurstede and the Pattimura  diorama were the silent witnesses of the first battle between Maluku  freedom fighters and Dutch colonial troops in Saparua in May 1817.</p>
<p>&#8220;In the run-up to the international marine event of Sail Banda 2010, I  call on the local committee to restore the historical sites in Saparua  island,&#8221; Litaay said.</p>
<p>Meanwhile, Maluku Culture and Tourism Office spokesperson Florence  Sahusilawane admitted that the historical sites in Saparua were indeed  in critical condition.</p>
<p>&#8220;It is true that the historical sites there are in critical condition  but the reason is the inadequate amount of funds that has been allocated  to have the sites renovated,&#8221; Ms Sahusilawane said.</p>
<p>Sahusilawane said she had repeatedly called on Saparaua sub-district  head Ferry Siahaya to propose funds for the renovation of the historical  sites but the call seemed to have been ignored.(*)</p></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ambon-manise.com/2010/03/23/malukus-coral-reefs-guranteed-to-fascinate-tourists/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sail Banda 2010 Event</title>
		<link>http://ambon-manise.com/2010/03/10/sail-banda-2010-event/</link>
		<comments>http://ambon-manise.com/2010/03/10/sail-banda-2010-event/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 02:51:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Article (English Version)]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Sail Banda]]></category>
		<category><![CDATA[Sail Bunaken]]></category>
		<category><![CDATA[Sail Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sail Indonesia 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Sail Banda 2010 Information]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ambon-manise.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Sail Banda 2010 Program Collaboration DKP, Depbudpar, Kemenegpora and Maluku Province Goverment,and many other Institution.
MAIN EVENT:
1. Rally &#38; YACHT RACE
2. SPORTS KEJURNAS waters, GAME FISHING
3. DIVING INTERNATIONAL TOURNAMENT
4. Arafura Games
5. INTERNATIONAL CONFERENCE ON SMALL ISLAND
6. COOPERATION CONFERENCE INDONESIA-AUSTRALIA (G TO G AND P TO P)
7. INTERNATIONAL SEMINAR ON &#8220;Sago SPICES AND FOOD FOR SAFETY&#8221;
8. SEAFOOD [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sail Banda 2010 Program Collaboration DKP, Depbudpar, Kemenegpora and Maluku Province Goverment,and many other Institution.<br />
MAIN EVENT:<br />
1. Rally &amp; YACHT RACE<br />
2. SPORTS KEJURNAS waters, GAME FISHING<br />
3. DIVING INTERNATIONAL TOURNAMENT<br />
4. Arafura Games<br />
5. INTERNATIONAL CONFERENCE ON SMALL ISLAND<br />
6. COOPERATION CONFERENCE INDONESIA-AUSTRALIA (G TO G AND P TO P)<br />
7. INTERNATIONAL SEMINAR ON &#8220;Sago SPICES AND FOOD FOR SAFETY&#8221;<br />
8. SEAFOOD AND FISH PRODUCT EXPO<br />
9. CROSS NUSANTARA ADOLESCENT BAHARI<br />
10. WARNING INDEPENDENCE R.I. THE ISLAND outer<br />
11. OPERATION BHAKRI &#8220;Baskara SURYA JAYA&#8221;<br />
12. NAVY NAVY TO TALK AND PORT VISIT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ambon-manise.com/2010/03/10/sail-banda-2010-event/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>International Diving Tournament</title>
		<link>http://ambon-manise.com/2010/03/10/international-diving-tournament/</link>
		<comments>http://ambon-manise.com/2010/03/10/international-diving-tournament/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 02:50:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Article (English Version)]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Sail Banda]]></category>
		<category><![CDATA[Sail Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sail Indonesia 2009]]></category>
		<category><![CDATA[International Diving Tournament]]></category>
		<category><![CDATA[Sail Banda 2010 Information]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ambon-manise.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[
There will be a International Diving Competition in Sail Banda 2010. The tournament will be competed by divers from Indonesia and countries all over the world. They will try to do their best to win the competition. Sail Banda 2010 held this tournament because the ocean and the sea in Banda Islands is very clean [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://sailbanda.com/images/stories/diving.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></p>
<p>There will be a International Diving Competition in Sail Banda 2010. The tournament will be competed by divers from Indonesia and countries all over the world. They will try to do their best to win the competition. Sail Banda 2010 held this tournament because the ocean and the sea in Banda Islands is very clean and beautiful that&#8217;s why they held this tournament to let people know how beautiful the ocean and the sea in Banda Islands. The event will be supported by PB POSSI and Cimas France.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ambon-manise.com/2010/03/10/international-diving-tournament/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
